< !-- Custom Header code here... --> Berbagai Hal Kuno di Desa Sade Yang Masih Kental Dengan Budaya Sasak - WisataLombok.co

Berbagai Hal Kuno di Desa Sade Yang Masih Kental Dengan Budaya Sasak

 

Wisata Lombok – Saat kita memilih destinasi wisata di Lombok, maka di saat yang sama kita telah memutuskan untuk mengenal Lombok lebih dekat, tidak hanya pada keindahan alamnya, tapi juga dengan makanan serta budayanya. Banyak hal kuno yang menarik dan bisa kita ambil pelajaran dari budaya Lombok, yaitu budaya suku Sasak.

Untuk mengenal dan mempelajari budaya Sasak lebih dekat, maka kita bisa berkunjung ke Desa Sade. Untuk bisa mencapai ke Desa ini, kita membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari Bandara International Lombok. Desa ini terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jika kita berkunjung ke Desa ini, maka kita akan temui kehidupan masyarakat yang masih tradisional dan menjaga adat istiadat budayanya.

Luas desa ini sekitar 5,5 Hektar. Terdiri dari 150 rumah tradisional, dan memiliki sekitar 700 penduduk. Dan uniknya, semua penduduk desa di sini memiliki garis keturunan yang sama. Karena penduduk desa ini melakukan perkawinan dengan sesama saudara. Pertimbangannya karena cara ini lebih mudah, ketimbang harus menikah dengan orang luar yang membutuhkan biaya besar untuk prosesi perkawinannya.

Sepertinya keunikan desa Sade cukup menarik untuk dibahas ya? Nah, kira-kira hal kuno dan menarik dari desa ini yang masih bisa kita temui apa saja ya? Untuk lengkapnya kita lihat ulasan ini yuk!

Bangunan

Saat pertama kali berkunjung di desa Sade, hal kuno yang langsung tampak adalah bangunannya. Di sini kita tidak akan temui bangunan modern yang terbuat dari batu bata. Bangunan di sini memiliki arsitektur khas suku sasak, yang atapnya terbuat dari alang-alang kering, dindingnya terbuat dari anyaman bamboo, serta tiang rumahnya terbuat dari kayu.

Dengan bentuk dan bahan bangunan yang seperti ini, maka bangunan ini tetap akan sejuk meskipun cuaca sedang terik-teriknya, dan ketika malam akan terasa hangat. Tapi, kira-kira bentuk rumah yang seperti itu perawatannya bagaimana ya?

Menenun Kain

Hal kuno lain yang bisa kita lihat adalah pekerjaan wanita di desa ini menenun kain. Setiap wanita yang sudah menikah di desa ini bisa dipastikan punya keterampilan menenun kain. Kenapa begitu? Karena keterampilan menenun kain di desa ini adalah keterampilan yang diwariskan. Wanita di desa ini wajib bisa menenun kain jika akan menikah.

Nah, jika kita punya kesempatan untuk wisata di Lombok dan mengunjungi desa ini, maka kita tidak boleh melewatkan kesempatan untuk bisa melihat proses menenun secara langsung. Prosesnya mulai dari pemintalan kapas menjadi benang, hingga proses pembuatan songketnya.

Pakaian

Jika di daerah lain, kita bisa melihat penduduknya memakai pakaian adat pada acara-acara tertentu saja, misalnya saja saat ada prosesi perkawinan atau ada acara adat lainnya. Namun tidak begitu yang terjadi di Desa Sade. Di sini kita bisa melihat penduduknya memakai pakaian adat setiap hari, walaupun tidak semua memakainya.

Saat melihat sebagian penduduk memakai pakaian adat seperti ini, maka kita akan menemukan dan merasakan nuansa tradisional yang begitu kental. Sehingga dengan begitu kita bisa membayangkan bagaimana rupanya kehidupan di zaman dahulu kala.

Atraksi Budaya dan Penggunaan Alat-Alat Tradisional

Hal-hal kuno yang masih dilakukan lainnya di desa ini adalah atraksi budaya dan penggunaan alat-alat tradisional. Jadi pada waktu-waktu tertentu kita akan saksikan atraksi budaya seperti permainan alat musik dan pertunjukan tarian tradisional. Dan alat tradisional yang masih kerap digunakan adalah alat pintal.

Menarik bukan??

Ayu Sekar Ningrum

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*