< !-- Custom Header code here... --> Gendang Beleq - Seni Unik dan Menarik Khas Tanah Lombok - WisataLombok.co

Gendang Beleq Seni Unik dan Menarik Khas Tanah Lombok
Gendang Beleq - Seni Unik dan Menarik Khas Tanah Lombok - Wisata Lombok

Wisata Lombok – Buat anda penggemar aneka keindahan wisata di Lombok, tentunya kesenian khas pulau tersebut tak luput dari pengamatan anda. Dan berbicara tentang kesenian khas lombok, maka salah satunya yang sangat ikonik adalah Gendang Beleq. Kesenian tradisional ini menggunakan beberapa instrumen alat musik untuk memainkannya. Kesenian ini memiliki nama Gendang Beleq karena bentuk alat musiknya yang berukuran besar yang terbuat dari batang pohon besar dan memiliki lubang di tengah-tengahnya. Kemudian pada kedua sisinya, terdapat tutup yang terbuat dari bahan kulit kambing, kerbau ataupun kulit sapi.

Melihat sedikit kebelakang, perkembangan dari kesenian Beleq itu sendiri terbentuk dan berkembang dari kesenian dari pulau bali yakni tawaq-tawaq. Kesenian dari bali tersebut memberikan pengaruh pada kesenian gendang beleq yang saat ini ditampilkan. Pengaruh tersebut muncul pertama kali pada tahun 1800 M ketika putra dari Agung Gede Ngurang Karang Asem menjadi penguasa di Gumi Sasak atau sekarang disebut sebagai lombok.

Pada awal kemunculan seni ini, bentuk keseniannya masih berupa jidur yakni sebuah gendang yang berukuran besar dengan bentuk yang menyerupai beduk, kemudian ditambah dengan alat musik suling dan gong. Tetapi ketika pengaruh dari bali muncul, kesenian ini kemudian menggunakan lebih banyak alat musik. Namun meskipun demikian, agar tidak menghilangkan ciri-ciri islam dari kesenian ini, maka gendang besar yang berbentuk seperti beduk tetap dipertahankan. Selain itu, jumlah pemain untuk kesenian ini hanya dibatasi sejumlah 17 pemain saja. Hal ini merujuk pada jumlah rakaat sholat umat muslim. Kemudian jika melihat dari permainannya, maka akan terlihat implementasi dari pelaksanaan sholat berjamaah dan tuntunan hidup yang bersumber dari nilai-nilai islami.

Pada saat kita melihat bentuk dan warna dari gendang belew yang mempunyai pola kotak hitam putih, maka warna ini menjadi semacam simbol untuk daerah lombok itu sendiri. warna hitam mempunyai arti keadilan, sedangkan warna putih melambangkan kesucian. Selain itu, warna hitam juga diterjemahkan sebagai bumi dan putih sebagai langit yang mana kedua unsur tersebut merupakan sumber dari kekuatan umat manusia.

Beberapa komponen instrumen alat musik yang ada dalam kesenian gendang beleq diantaranya:

  • Komponen utama dari kesenian ini yakni gendang beleq yang berjumlah 2 yang satu disebut sebagai gendang mama dan satu lagi disebut sebagai gendang nina, keduanya memiliki fungsi sebagai dinamika kesenian ini
  • Gendang kecil yang disebut gendang kodeq
  • 8 instrumen prembak kodeq (copek) yang berfungsi sebagai alat ritmis
  • Prembak beleq yang fungsinya sebagai alat ritmis
  • 1 buah gong besar sebagai alat ritmis
  • 1 buah petuk untuk alat ritmis
  • 1 gong oncer yang berfungsi sebagai alat ritmis
  • 1 gong penyelak dengan fungsi alat ritmis
  • Dan bendera berwarna merah atau kuning atau disebut juga lelontek

Pada zaman dahulu, kesenian gendang beleq dianggap sebagai sebuah kesenian yang disakralkan sehingga dianggap tabu jika meremehkannya dan apabila dilanggar maka akan mendapatkan akibat yang tidak baik secara magis ataupun secara fisik. Oleh karena itu, setiap penampilan dari kesenian gendang beleq ini, suasana dan aura sekitar seolah menjadi sakral dan unik, sehingga menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang melihatnya secara langsung.

Nah bagi anda yang berminat untuk bisa menikmati kesenian khas daerah lombok ini, maka ada beberapa desa di lombok yang masih memainkan kesenian gendang baleq ini, salah satunya yakni sebuah lokasi yang berada di lendang nangka. Untuk bisa mencapai lokasi ini, maka anda bisa tempuh dengan perjalanan dari kota mataram sejauh 35 kilometer dengan menggunakan mobil pribadi ataupun menyewa mobil rental di kota mataram. Untuk anda pengagum sejati wisata di Lombok, tentunya tak boleh melewatkan kesenian ini.

Ayu Sekar Ningrum

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
*